Metode Penyampaian Pembelajaran Matematika   Leave a comment


Matematika merupakan sebuah bidang studi yang selama ini masih dianggap momok bagi sebagian siswa, baik itu dari tingkat sd, smp, sma, bahkan universitas. tidak dipungkiri bahwa matematika memang menjadi salah satu pelajaran yang lebih sulit dibanding pelajaran yang lainnya. ada beberapa alasan yang menekan pemikiran siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, salah satunya adalah anggapan bahwa matematika merupakan kumpulan rumus-rumus yang sulit dihapalkan, matematika tidak hanya mengandalkan logika saja, tetpi kecermatan dalam mengerjakan. sebenarnya hal-hal semacam itu bisa diminimalisasi oleh para guru, agar siswa tidak terlalu berpikir bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, salah satu solusinya adalah metode penyampaiannya. penyampaian sebuah materi  memiliki peranan yang penting di dalam sebuah pembelajaran. penyampaian yang kaku, akan mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti pembelajaran, sebaliknya penyampaian yang luwes dan atraktif akan membuat siswa tertarik untuk mengikutinya. Ketertarikan inilah yang membuat siswa menjadi lebih berminat dalam mengikuti pembelajaran.

Ada beberapa cara penyampaian materi pembelajaran matematika, seperti :

a. interaksi antara guru dan siswa

interaksi yang berjalan di sini adalah antara guru dan siswa. dalam hal ini ada beberapa metode yang bisa digunakan, seperti metode ceramah, yaitu guru menyampaiakan materi di depan anak didiknya, kemudian ada metode diskusi, dimana guru di sini perannya adalah sebagai pembimbing dan siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sehingga siswa bisa menambah pengalaman mereka dalam menerima sebuah materi pelajaran. selain itu siswa juga bisa diberikan materi dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai, sehingga siswa akan lebih tertantang dan tertarik terhadap materi pembelajaran yang sedang diajarkan.

b. interaksi siswa dan materi

interaksi di sini berarti bahwa siswa berinteraksi langsung dengan materi yang diajarkan. siswa dalam hal ini diharapkan bisa menemukan sebuah konsep abru melalui materi yang diberikan oleh pengajar, dengan diberikan contoh konkrit yang sesuai dengan materi. materi disini bisa berupa rumus-rumus yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa bisa memahami konsep rumus atau formula ini dengan mudah

dengan kedua metode ini, diharapkan siswa kana lebih tertarik dengan suasana pembelajaran matematika dan akan menumbuhkan motivasi belajar matematika di dalam pola pikirnya, sehingga tidak ada lagi pemikiran bahwa matematika adalah pelajaran yang susah, melainkan pembelajaran yang menyenangkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: