ISL VS IPL   2 comments


Ada-ada saja kasus yang dibuat PSSI. setelah beberapa bulan lalu ribut buat pergantian kursi kepemimpinan, kemaren-kemaren ini ribut gara-gara kongres luar biasa. gak cuman itu, akhir-akhir ini, PSSI kembali bikin ulah, ribut dengan model kompetisi di Indonesia. Ada model ISL, ada juga model IPL. lalu yang bener yang mana..?? PSSI itu harus tegas sebagai konstitusi persepakbolaan Indonesia, jangan plin-plan seperti ini. masa iya, sampe ada kasus yang menjaring beberapa klub besar kabur dari model kompetisi yang udah diresmiin PSSI, yaitu IPL. Klub-klub besar ini justru kabur ke model kompetisi ISL yang memang sudah ada dari dulu. Anehnya lagi, kita semua tahu, bahwa pada masa kepemimpinan terdahulu,  IPL inilah yang tidak diakui PSSI. namun sekarang justru berbalik, IPL lah yang diakui PSSI, sedangkan ISL yang saat dulu ada di bawah PSSI, saat ini tidak ada di bawah PSSI. bahkan berita terakhir terkait menyebutkan, kalau Persipura, juara bertahan liga Indonesia, yang sebelumnya akan menjalani Liga Champion Asia, hak kompetisinya dicabut oleh PSSI dengan alasan bergabung sebagai klub ISL. aneh kan?? klub yang sebenernya mau membawa nama Indonesia dengan segudang pengalaman dan prestasi yang dimiliki, justru ditahan oleh pengurusnya sendiri hanya karna berselisih paham. sebua keputusan buruk, ketika kita melihat prestasi yang dimiliki oleh Persipura, Tim Mutiara Hitam.

untungnya permasalahan itu sudah selesai ketika pihak AFC sudah mengkonfirmasi bahwa Persipura Diijinkan untuk bergabung di LIga Champion Asia meski melalui babak play off. dari kasus ini sudah terlihat betapa kacaunya kepengurusan PSSI sekarang ini. yang jadi pertanyaan, apa si perbedaan konsep diantara kedua model kompetisi ini..??

namun kenyataannya PSSI justru rugi ketika menerapkan IPL musim lalu, karena klub-klub besar yang pastinya memiliki supporter luar biasa banyak lebih memilih ISL. jadi artinya pendapatan melalui tiket penonton tidak sesuai yang diharapkan. meskipun IPL sudah berupaya sebaik mungkin dengan memergerkan nama Persija dengan Jakarta FC, pastinya dengan harapan memancing penonton fanatiknya Jack Mania yang terkenal fanatik akan ikut mendukungnya. namun kenyataan berkata lain, justru klub-klub di nanungan IPL sepi pengunjung.

IPL merupakan sebuah model kompetisi, dimana semua klub berada di dalam 1 perusahaan (konsorsium) dimana klub-klub ini dibiayai oleh konsorsium tersebut. jadi semua klub yang bernaung di bawah LPI dibiayai oleh satu perusahaan, namun hasil dari penjualan tiket, sponsor dan hak siar kemudian menjadi hak milik Konsorsium tersebut. dimana kita tahu bahwa sesuai perjanjian, ini yang mendasari saham 70% i milik PSSI dan 30% milik Faried.

Namun kenyataanya justru berkata lain, klub-klub besar seperti Persija, Sriwijaya, Persipura, Persib dan Arema lebih memilih sistem kompetisi ISL yang suda lama digelutinya. karena pada dasarnya mereka sudah menggunakan sistem ISL dari lama, dimana klub-klub tersebut sudah mandi darah untuk berusaha mencari sponsor dan pendapatan melalui tiket yang terjual melalui supporter mereka. ini jelas berkebalikan dengan sistem IPL yang lebih banyak menguntungkan pihak konsorsium melalui penjualan tiket dan hak siarnya. ini salah satu alasan kenapa klub-klub besar lebih memilih ISL sebagai kompetisi sepak bola indonesia yang mereka pilih.

Ada lagi yang beberapa argument yang menyebutkan bahwa klub-klub yang ikut IPL itu klub yang tidak berani menghadapi klub-klub yang bergabung di ISL dengan nama-nama besar mereka. sebuah pendapat yang sangat berani.

sedangkan ISL adalah sebuah sistem persepakbolaan dimana klub-klub yang berada di bawah naungannya berusaha mencari sponsor sendiri dan menarik supporter sebanyak-banyaknya dan kemudian hasil dari penjualan tiket dan sponsor diambil 99% untuk klub dan 1% untuk PSSI. ini pastinya menguntungkan Klub dibanding PSSI.

Dengan melihat fakta-fakta seperti itu, penulis cuma ingin PSSI sebagai pengurus tertinggi badan persepakbolaan Indonesia untuk bertindak tegas dan selalu mendengarkan aspirasi dari masyarakat ataupun klub-klub persepakbolaan Indonesia demi kemajuan sepak bola Indonesia, bukan justru selalu mengambil keputusan sepihak yang justru menunjukkan keegoisan PSSI.

Advertisements

Posted November 28, 2011 by Heryan Ardhi Kusuma in Kumpulan Ilmu dan Informasi

Tagged with , , ,

2 responses to “ISL VS IPL

Subscribe to comments with RSS.

  1. setuju,,,PSSI harus tegas jangan bwat keputusan kontroversi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: